Aku mencari makna hidup yang sebenarnya. lelah kurasakan menjalani hidup tanpa arah dan tujuan. Sukses dan tidak sukses hidup ini sangat bergantung erat pada makna hidupnya. dalam pemikiran kebanyakan manusia, kesuksesan diukur dari materi. kekayaan, jabatan dan popularitas. aku yakin kesuksesan tersebut adalah kegagalan. aku tak mau mengikuti kebanyakan orang. "janganlah kamu mengikuti kebanyakan orang di muka bumi ini. jika kamu mengikuti kebanyakan orang di muka bumi ini niscaya akan menyesatkanmu dari jalan Allah" (Qs.6:116)
lantas apa maknu hidup yang hakiki itu?
makna hidup yang hakiki hanya akan dimengerti kalau kita mengetahui hakikat manusia.
Minggu, 31 Mei 2009
Kamis, 29 Januari 2009
Manusia dalam pandangan Islam
Dalam al-Quran penulis mendapati dua definisi yang satu sama lain saling bertentangan tentang arti kata manusiawi. satu, manusiawi dalam pengertian tabi'at dan yang kedua manusiawi bima'na fitrah. manusiawi dalam makna tabi'at senantiasa diungkapkan dengan nada negatif. Dalam Perspektif tujuan, fungsi dan peran manusia di muka bumi ini tabi'at menjadi sesuatu yang bersifat kontraproduktif. Sedangkan manusiawi dalam makna fitrah sebaliknya, senantiasa diungkapkan dalam makna yang positif. ia menjadi hal yang diharuskan dan menjadi nilai manusia yang sesungguhnya dalam pandangan Allah SWT.
Manusiawi dalam makna tabi'at adalah sesuatu yang dapat kita tangkap dari karya-karya tulisan manusia. pada dasarnya manusiawi dalam pengertian tabiat ini bisa dikelompokkan ke dalam dua kategori; biologis dan psikologis. Adalah sesuatu yang manusiawi kalau manusia perlu makan, minum, istirahat, seks dan kenyamanan tempat tinggal. manusiawi dalam arti biologis ini tidak jauh beda dengan hewani. adalah manusiawi kalau manusia itu ingin bebas, ingin diakui dan dihargai, ingin berprestasi, ingin keamanan, jaminan keselamatan dan kesejahteraan di masa depan. manusiawi dalam arti ini adalah manusia ditinjau dari sisi psikologis.
manusiawii dalam makna fitrah hanya dapat kita temukan dalam wahyu sang pencipta. sejauh akal berfikir dan menganalisis ia akan mentok dan menemui jalan buntu untuk mengetahui fitrah dirinya. namun, sebelum kepada apa fitrah manusia itu, ada baiknya kita menyamakan persepsi tentang arti kata 'fitrah' itu sendiri. dalam bahasa Arab arti kata 'khalaqa, fatara, bada'a dan ja'ala memiliki kekhasan makna masing-masing. memang tidak ada padanan kata dalam bahasa indonesia yang representatif untuk kata-kata tersebut namun, kita bisa memahaminya dengan definisi-definisi kata tersebut.
secara singkat, kata fitrah adalah masdar atau semacam gerund dalam bahasa Inggris. kata ini pernah diungkapkan dalam salah satu riwayat Umar bin Khathab. 'awalnya aku tidak mengenal apa makna kata fitrah yang sesungguhnya namun, ketika aku mendengar perdebatan orang-orang Arab Badwi yang berebut sumur barulah aku mengerti. salah satu fihak mengungkapkan kalimat ' qad fathartu hadza bi'r.' (sungguh akulah yang menggali sumur dari awal perencanaannya.)
Manusiawi dalam makna tabi'at adalah sesuatu yang dapat kita tangkap dari karya-karya tulisan manusia. pada dasarnya manusiawi dalam pengertian tabiat ini bisa dikelompokkan ke dalam dua kategori; biologis dan psikologis. Adalah sesuatu yang manusiawi kalau manusia perlu makan, minum, istirahat, seks dan kenyamanan tempat tinggal. manusiawi dalam arti biologis ini tidak jauh beda dengan hewani. adalah manusiawi kalau manusia itu ingin bebas, ingin diakui dan dihargai, ingin berprestasi, ingin keamanan, jaminan keselamatan dan kesejahteraan di masa depan. manusiawi dalam arti ini adalah manusia ditinjau dari sisi psikologis.
manusiawii dalam makna fitrah hanya dapat kita temukan dalam wahyu sang pencipta. sejauh akal berfikir dan menganalisis ia akan mentok dan menemui jalan buntu untuk mengetahui fitrah dirinya. namun, sebelum kepada apa fitrah manusia itu, ada baiknya kita menyamakan persepsi tentang arti kata 'fitrah' itu sendiri. dalam bahasa Arab arti kata 'khalaqa, fatara, bada'a dan ja'ala memiliki kekhasan makna masing-masing. memang tidak ada padanan kata dalam bahasa indonesia yang representatif untuk kata-kata tersebut namun, kita bisa memahaminya dengan definisi-definisi kata tersebut.
secara singkat, kata fitrah adalah masdar atau semacam gerund dalam bahasa Inggris. kata ini pernah diungkapkan dalam salah satu riwayat Umar bin Khathab. 'awalnya aku tidak mengenal apa makna kata fitrah yang sesungguhnya namun, ketika aku mendengar perdebatan orang-orang Arab Badwi yang berebut sumur barulah aku mengerti. salah satu fihak mengungkapkan kalimat ' qad fathartu hadza bi'r.' (sungguh akulah yang menggali sumur dari awal perencanaannya.)
Rabu, 24 September 2008
Islam dan filsafat
ada sebagian umat islam yang memandang hubungan antara islam dan filsafat sebagai dua hal yang bertentangan. dan yang paling ekstrem, di antara mereka sampai mengharamkan dan menganggap kafir orang yang berfilsafat.
Islam sangat menekankan penggunaan akal . banyak sekali ayat-ayat dalam al-Quran yang memerintahkan, menghimbau dan mewajibkan manusia untuk berfikir. bahkan lebih jauh Quran mengecam manusia-manusia yang tidak berfikir dengan menyamakan mereka seperti binatang ternak.
berfikir dan berfilsafat adalah dua hal yang sejenis, namun berbeda dalam intensitas dan cara. kegiatan berfikir sebenarnya kegiatan yang kita lakukan sepanjang waktu, kecuali tidur. ketika kita berbicara atau berkomunikasi ketika itu kita sedang berfikir. ketika kita diam sendiri sekalipun pada dasarnya itu sedang berfikir. ia seperti bernapas.
berbeda dengan berfikir, berfilsafat berarti berfikir secara mendasar. islam mengajarkan untuk berfilsafat dalam pengertian ini.
Islam sangat menekankan penggunaan akal . banyak sekali ayat-ayat dalam al-Quran yang memerintahkan, menghimbau dan mewajibkan manusia untuk berfikir. bahkan lebih jauh Quran mengecam manusia-manusia yang tidak berfikir dengan menyamakan mereka seperti binatang ternak.
berfikir dan berfilsafat adalah dua hal yang sejenis, namun berbeda dalam intensitas dan cara. kegiatan berfikir sebenarnya kegiatan yang kita lakukan sepanjang waktu, kecuali tidur. ketika kita berbicara atau berkomunikasi ketika itu kita sedang berfikir. ketika kita diam sendiri sekalipun pada dasarnya itu sedang berfikir. ia seperti bernapas.
berbeda dengan berfikir, berfilsafat berarti berfikir secara mendasar. islam mengajarkan untuk berfilsafat dalam pengertian ini.
Langganan:
Postingan (Atom)
